PUISI UNTUKNYA
MENGAPA
Mengapa aku harus kenal dia?
Mengapa dia harus masuk ke teman?
Mengapa dia harus meminta?
Mengapa dia memaksa?
Sebelum kukenal dia,,
Ku tak sesakit ini
Sebelum kumengenalnya
Ku tak sekeras ini...
Namun, semua sudah tak berarti
untuk diilhami secara logika
Karena cinta tlah berkata
Pada kata pertama
yang menjadikan komitmen bersama
Tapi, komitmen semu dalam cerminku
Sekarang, aku selalu ingin
Bersama dan terus bersama
Dalam tanda dan dilema
Dalam suka dan nestapa
Walau jauh sudah dibalik harap
Dia telah menyerukan kata
'Tidak' jika ku miliknya
Tak mungkin dan tak pernah mungkin
Mimpiku bersanding dengannya
Terwujud sesuai rencana
Hanya benih cinta dalam diri
Menghibur kesungguhan hati
untuk tetap mengakuinya
Menjadikannya paling suci
di dunia ini
Senyum kecil tak berdosa
dalam pangkuan
Kan selalu kudamba
Walau dia tak sanggup
Membawa pada dunia yang indah
Bersenda bersama sang ayah
Akankah nuraninya menjawab
Semua rasanya padaku
Sungguhkah ??
Atau hanya tipuan??
Akankah nuraninya tersentuh
Mendengar tangisan tak bernoda
Titipan sang Pencipta
Menghias nada alam semesta
Kutanya Mengapa
Dan kuharap kau jawab mengapa
Kekasih dalam bayang
Nuranilah kuharap menjawab ini
Mengapa aku harus kenal dia?
Mengapa dia harus masuk ke teman?
Mengapa dia harus meminta?
Mengapa dia memaksa?
Sebelum kukenal dia,,
Ku tak sesakit ini
Sebelum kumengenalnya
Ku tak sekeras ini...
Namun, semua sudah tak berarti
untuk diilhami secara logika
Karena cinta tlah berkata
Pada kata pertama
yang menjadikan komitmen bersama
Tapi, komitmen semu dalam cerminku
Sekarang, aku selalu ingin
Bersama dan terus bersama
Dalam tanda dan dilema
Dalam suka dan nestapa
Walau jauh sudah dibalik harap
Dia telah menyerukan kata
'Tidak' jika ku miliknya
Tak mungkin dan tak pernah mungkin
Mimpiku bersanding dengannya
Terwujud sesuai rencana
Hanya benih cinta dalam diri
Menghibur kesungguhan hati
untuk tetap mengakuinya
Menjadikannya paling suci
di dunia ini
Senyum kecil tak berdosa
dalam pangkuan
Kan selalu kudamba
Walau dia tak sanggup
Membawa pada dunia yang indah
Bersenda bersama sang ayah
Akankah nuraninya menjawab
Semua rasanya padaku
Sungguhkah ??
Atau hanya tipuan??
Akankah nuraninya tersentuh
Mendengar tangisan tak bernoda
Titipan sang Pencipta
Menghias nada alam semesta
Kutanya Mengapa
Dan kuharap kau jawab mengapa
Kekasih dalam bayang
Nuranilah kuharap menjawab ini
(ENDAH)
This comment has been removed by the author.
ReplyDeletepuisinya bagus. tema yang diambilpun sesuai dengan keadaan masa remaja saat ini. puisinya juga dapat dijadikan sebagai penyalur isi hati seorang remaja yang dalam masa-masa "labil"
ReplyDeletenice post :)))
gezia clarisa m/xi mia 3