PERADUAN HATI
Sesaat gelombang meriuh
kembali datang kasihmu kala lalu
Setiap waktu ku memandangmu
dalam langit malam
Ketika rembulan menyandarkan tubuhnya
Dalam gelap hitamnya malam
Terdengar sayup kabar mendebar
Seakan kau datang merayuku
Merdu indah kasih sayangmu
Melambai lembut ketika kau dengarkan
senada rimba cinta bagiku
Walau kau jauh di sana
Kurindukanmu seperti burung
yang rindukan sarangnya
Seandai kau pilih melati
Harumnya kan selalu menemani
Seandai kau pilih kamboja
Harumnya serasa mencekik
Mencekik hatiku
yang sudah tak terpilih
Sudahlah, ku kan bertahan
Di antara darah dan nanah
Membelenggu dalam urat nadiku
Mengarap kehadiranmu
Seribu hari pun
Kau kan kutunggu
(ENDAH)
No comments:
Post a Comment