DILEMA MUSIM CINTA
Selembar kertas menyapaku
Selamat pagi sayang...
Berdebar seluruh hatiku
Sampai tak tertahan ku tersipu
"Lagi apa sayangku?
Aku rindu di pangkumu
Apakah ada waktu untukku?
Bertemu dan bercanda denganmu"
Itulah yang selalu kuterima
Setiap saat dan setiap pagi
Namun, sapaan itu mengkhawatirkan
Membangunkan keraguanku padanya
Terkadang kubahagia
Terkadang kutakut
Terkadang ingin
Terkadang tak mau
Satu nyawa telah mengikatku
Pada dilema keabadian
Menggulirkan secerca asa
Menghilangka sejuta asa pula
Jalinan terlarang menjadi dilema
Begitu ku ragu begitu ku mau
Untuk kau yang menyapaku
Tetaplah menyapa walau telah senja
Dan untuk kau kekasihku
Maaf karena ku mengirismu
Menikmati madu di belakangmu
Mengertilah karena ku hanya insan biasa
by; endah septiani
Selamat pagi sayang...
Berdebar seluruh hatiku
Sampai tak tertahan ku tersipu
"Lagi apa sayangku?
Aku rindu di pangkumu
Apakah ada waktu untukku?
Bertemu dan bercanda denganmu"
Itulah yang selalu kuterima
Setiap saat dan setiap pagi
Namun, sapaan itu mengkhawatirkan
Membangunkan keraguanku padanya
Terkadang kubahagia
Terkadang kutakut
Terkadang ingin
Terkadang tak mau
Satu nyawa telah mengikatku
Pada dilema keabadian
Menggulirkan secerca asa
Menghilangka sejuta asa pula
Jalinan terlarang menjadi dilema
Begitu ku ragu begitu ku mau
Untuk kau yang menyapaku
Tetaplah menyapa walau telah senja
Dan untuk kau kekasihku
Maaf karena ku mengirismu
Menikmati madu di belakangmu
Mengertilah karena ku hanya insan biasa
by; endah septiani
No comments:
Post a Comment