Sampai kumengingatmu
peluh meniti bayang yang terhempas
bisa-bisa cinta ini munculkan ikhlas
tapi bohong sudah sampai kini
menutup mata dan hati karena janji
gugurnya daun karena angin
gugurnya bayangmu karena rindu
mengalir deras rindu-rindu terbelenggu
menahan dahan pohon dan ranting
sengaja kusembunyikan darimu
karena keluhku kau tak perlu tau
semakin manis madu di tanganku
semakin kutumpahkan kerinduanku
membalas kekagumanmu bukan piawaiku
dalam jeruji karena janji-janji
membuatku terus menulis puisi
hanya untuk menghibur diri
sampai pada akhirnya rindu itu
seperti daun, dahan, ranting itu
yang tak kuat menahan debu
maaf kau terusik bayangku
(END.S.U/10/10/2017)
Puisi yang indah dan membuat nikmat pikiran selama membacanya
ReplyDelete(http://puisiwisnu.blogspot.com)
Terimakasih mbak.... 😊
DeleteTerimakasih mbak.... 😊
Delete