Menetes sudah peluh di dahi ini
Kuusap namun kutercengang
Mengapa peluhku kering?
Sampai-sampai tak membekas di tanganku
"Sudah terlanjur", hatiku terpaksa berkata
Kedua telapak tangan ini menatapku
Seolah-olah memberikan jalan
Menuntunku untuk mengucap satu kalimat
"Tuhan, apa ini sebuah dosa atau takdir-Mu?"
Aku hanya seorang musafir berlumur dosa
Belum tahu, apakah jalan ini harus kupilih
Mengabdi penuh bakti dan kasih sayang
Namun, selalu saja terpental karena debu jalanan
Berjalanku menyusuri kerikil tajam
Kutahan derak langkahku yang terus menekan
Berganti langkah berganti pula rasa sakitnya
Sampai detik ini, aku hanya menahan
Mencoba diam dalam pelukan kosong
Mencoba menerima tapi menolak
Berdoa, andaikan suatu saat nanti
Aku bisa menapaki jalan halus beraspal
Dan menyampaikan salam terakhirku untuk masa depan
(by. END.S.U./19/07/20160